BBPMP Jawa Barat Gelar Sosialisasi SPAB: Wujudkan Satuan Pendidikan Tangguh dan Aman Bencana

Maret 06, 2026 | Guruh Sarip Hidayat
Ilustrasi Sosialisasi SPAB

JAWA BARAT – Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Barat menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) secara daring pada Jumat, 6 Maret 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesiapsiagaan seluruh pemangku kepentingan pendidikan dalam menghadapi potensi risiko bencana di lingkungan sekolah.

Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Bagian Umum BBPMP Provinsi Jawa Barat, Mardi Wibowo, MAP. Dalam arahannya, beliau menekankan bahwa keselamatan peserta didik adalah prioritas utama.

"Sekolah bukan hanya tempat belajar, tetapi juga tempat mereka membangun mimpi dan menata masa depan. Kita harus memastikan mereka tumbuh dalam lingkungan yang aman dan nyaman," ujarnya.

Beliau juga mengingatkan pentingnya belajar dari peristiwa bencana, seperti tanah longsor yang terjadi di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, agar dampak kerugian di masa depan dapat diminimalisir melalui kesiapsiagaan yang terukur.

Webinar ini menghadirkan Bayu Novianto, Manajer Operasional Bandung Mitigasi Hub (BMH), sebagai narasumber utama. Dalam paparannya, Bayu menjelaskan bahwa konsep SPAB bersandar pada tiga pilar utama, yaitu:

  • Fasilitas Sekolah Aman: Memastikan bangunan dan aksesibilitas sekolah memenuhi standar keselamatan.
  • Manajemen Bencana di Sekolah: Pembentukan tim siaga bencana dan penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) evakuasi.
  • Pendidikan Pengurangan Risiko Bencana: Mengintegrasikan pengetahuan kebencanaan ke dalam kurikulum atau kegiatan ekstrakurikuler.

Bayu juga menyoroti indeks risiko bencana di Jawa Barat yang cukup tinggi, mulai dari gempa bumi, banjir, hingga tanah longsor. Oleh karena itu, sekolah diharapkan mampu mengidentifikasi potensi risiko di lingkungannya dan rutin melakukan simulasi kesiapsiagaan.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Tim SD BBPMP Jawa Barat, Sri Lilis Herlianti, menyampaikan bahwa saat ini pihaknya tengah mengembangkan integrasi kurikulum kesiapsiagaan bencana ke dalam pembelajaran. Hal ini diperkuat dengan testimoni dari perwakilan SDN Karya Bakti Cisarua, yang telah mendapatkan pendampingan psikososial pascabencana longsor. Pihak sekolah berharap edukasi kebencanaan dapat dijadwalkan secara terencana agar siswa memiliki pengetahuan nyata dalam menghadapi situasi darurat.

Melalui sosialisasi ini, diharapkan seluruh satuan pendidikan di Jawa Barat, mulai dari jenjang PAUD hingga SMA, dapat segera mengimplementasikan konsep SPAB secara komprehensif demi melindungi masa depan generasi penerus bangsa.

Lampiran Dokumen:

Silakan unduh materi dan dokumen pendukung kegiatan melalui tautan di bawah ini:

Komentar

Komentar